Field Performance Update Si Tampan KS-369 di Dander, Bojonegoro
Musim kemarau panjang dan kekeringan seringkali menjadi momok bagi para petani jagung. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Pak Suroso, seorang petani jagung di Dander, Bojonegoro, dalam menggunakan benih jagung Si Tampan KS-369.
Meskipun kondisi di Bojonegoro sangat kering akibat musim kemarau, Pak Suroso tetap mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Hal ini berkat keunggulan benih Si Tampan KS-369 yang tahan terhadap penyakit bulai dan busuk batang, sehingga tanamannya mampu bertahan di tengah kondisi yang tidak ideal.
Selain ketahanannya terhadap penyakit, Pak Suroso juga merasa senang dengan efisiensi pupuk yang digunakan pada jagung Si Tampan KS-369. Dibandingkan dengan jenis bibit jagung lain, Si Tampan KS-369 membutuhkan pupuk yang jauh lebih sedikit, sehingga menghemat biaya operasional Pak Suroso.
Melihat hasil panen yang luar biasa ini, Pak Suroso mantap untuk kembali menanam benih Jagung Si Tampan KS-369 di musim tanam berikutnya. Beliau yakin bahwa benih ini dapat membantunya untuk terus mendapatkan panen yang melimpah, bahkan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.